HEWAN QURBAN SEHAT DAN LAYAK EDAR KARENA DIAWASI OLEH PEMERINTAH

27 September 2016
HEWAN QURBAN SEHAT DAN LAYAK EDAR KARENA DIAWASI OLEH PEMERINTAH

Tim gabungan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat seperti tahun-tahun sebelumnya melakukan pengawasan terpadu pada Hari Raya Idul Adha 2016 terhadap pemotongan ternak Qurban di wilayah Kota Pontianak. Pengawasan dimaksud meliputi pemeriksaan ante mortem (sebelum dipotong) dan post mortem (setelah dipotong) ternak.

            Sebelumnya, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak telah melakukan sosialisasi dan praktek penanganan hewan Qurban serta penyebaran baliho agar masyarakat dapat meminta pelayanan gratis pemasangan peneng ternak yang memenuhi syarat sebagai hewan Qurban. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan ternak Qurban yang sesuai dengan syariat yaitu sehat, cukup umur, tidak cacat. Petugas melakukan pemasangan peneng ternak sapi dan kambing yang tersebar di seluruh Kota Pontianak.

Pengawasan ante mortem ternak ditemukan beberapa ternak Qurban yang sakit mata (pink eye), sakit mulut (orf), scabies (tungau kulit) pada kambing serta ternak yang belum cukup umur baik pada kambing maupun sapi. Kepada panitia Qurban atau orang yang ber-Qurban diinformasikan mengenai hal tersebut dan keputusan akhir dikembalikan kepada mereka. Sementara itu pemeriksaan post mortem ternak masih ditemukan kasus cacing hati (Fasciolosis), pneumonia (radang paru), cacing mata (Thelaziasis) dan beberapa kelainan pada limpa. Semua bagian yang terkena dilakukan pengafkiran oleh petugas.

Total hasil pengawasan dan jumlah pemotongan ternak Qurban dari tanggal 12 s/d 15 September 2016 di Kota Pontianak berjumlah 1.031 ekor sapi dan kambing 1.100 ekor. Data ini mengalami penurunan dibanding tahun 2015 dengan jumlah pemotongan sapi 1.091 ekor dan kambing 1.170 ekor. (Sofia)

Op. Bid Peternakan