HASIL SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT SEMESTER I TAHUN 2016

19 Juli 2016
HASIL SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT SEMESTER I TAHUN 2016

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) adalah tolak ukur berhasil atau tidaknya kinerja pelayanan kepada masyarakat yang diberikan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak untuk memperoleh nilai yang cukup memuaskan, dengan kategori (B) Baik sampai (A) Sangat Baik  dengan catatan perlu adanya perbaikan pada beberapa unsur pelayanan di unit pelayanan tertentu. Terdapat dua jenis Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) yaitu SKM dengan Biaya, yang merupakan hasil pengukuran tingkat kepuasan responden dalam hal ini masyarakat pengguna jasa unit kerja tersebut saat memperoleh pelayanan yang dibebankan sejumlah biaya, termasuk diantaranya UPTD RPH Sapi, UPTD PPI dan UPTD Agribisnis (Terminal Agribisnis). Sedangkan SKM Non Biaya  merupakan hasil pengukuran tingkat kepuasan responden dalam hal ini masyarakat pengguna jasa unit kerja tersebut saat memperoleh pelayanan secara cuma-cuma, termasuk diantaranya penerbitan surat izin dan rekomendasi dari masing-masing bidang dibawah Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan serta penerimaan kunjungan tamu pada UPTD Agribisnis.

Pada tahun 2016 semester I terjadi peningkatan dengan hasil pengukuran SKM dengan Biaya Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak yaitu 95,46 dengan mutu pelayanan  A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik.. Sedangkan pada tahun 2015 semester II, hasil pengukuran SKM Biaya Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak yaitu 86,081 dengan pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik. Pada IKM Non Biaya Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak Tahun 2016 semester I juga terjadi peningkatan dengan memperoleh angka mutu pelayanan senilai 89,17 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik. Sedangkan pada semester II tahun 2015 yang berhasil mendapatkan angka mutu pelayanan senilai 81,906 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik.

Pada tahun 2016 semester I, nilai SKM dengan Biaya UPTD RPH Sapi terjadi peningkatan yang cukup signifikan dengan memperoleh nilai 92,05 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik, sedangkan nilai SKM dengan Biaya pada UPTD PPI mengalami peningkatan karena hanya memperoleh nilai 99,35 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik. Padahal pada Tahun 2015 semester II, hasil pengukuran SKM dengan Biaya pada UPTD RPH Sapi memperoleh 81,030 dengan mutu pelayanan B dan kinerja unit pelayanan Baik. Sementara itu, UPTD PPI memperoleh nilai 99,068 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik. Untuk nilai SKM dengan Biaya pada UPTD Agribisnis (Terminal Agribisnis) Tahun 2016 semester I mengalami peningkatan dengan berhasil memperoleh nilai 99,53 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik. Sedangkan SKM Biaya UPTD Agribisnis pada tahun 2015 semester II hanya memperoleh nilai 88,245 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik.

Untuk SKM Non Biaya, UPTD Agribisnis (AVC,OC,dan Raiser) semester I tahun 2016 memperoleh nilai 90,28 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik. Sedangkan nilai SKM Non Biaya UPTD Agribisnis (AVC,OC,dan Raiser) Semester II pada Tahun 2015 hanya memperoleh nilai 80,683 dengan mutu pelayanan B dan kinerja unit pelayanan Baik. Sedangkan SKM Non Biaya untuk Bidang Perikanan dan Peternakan semester I tahun 2016 memperoleh nilai 85,84 dengan mutu pelayanan A dan kinerja unit pelayanan Sangat Baik.

Hasil yang diperoleh pada nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya kinerja pelayanan kepada masyarakat yang diberikan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak dengan catatan perlu adanya perbaikan pada beberapa unsur pelayanan di unit pelayanan tertentu. Beberapa hal yang patut menjadi perhatian adalah “Biaya/Tarif Pelayanan” yang mendapatkan nilai rendah pada 2 unit pelayanan dengan biaya yaitu UPTD RPH Sapi dan UPTD PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan). Usaha untuk mendongkrak nilai unsur pelayanan tersebut sudah dilakukan semaksimal mungkin, namun untuk biaya/tarif pelayanan telah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 1 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha. Yang perlu ditingkatkan adalah kualitas pelayanan yang didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, namun dalam peningkatan sarana dan prasarana juga harus memperhatikan benefit/pemasukan yang diperoleh dari unit usaha itu sendiri.

Unsur pelayanan “Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan” mendapatkan nilai paling rendah pada pengukuran Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) semester I Tahun 2016, yaitu 3,133. Nilai terendah ini terdapat pada pelayanan di Bidang Perikanan dan Peternakan, untuk dapat mengetahui penyebab menurunnya nilai unsur ini, akan dilakukan penelusuran secara khusus kepada pengguna layanan. (By.PRCN)

Administrator