PELAKSANAAN PENGAWASAN PEMOTONGAN HEWAN QURBAN 2015 DI KOTA PONTIANAK

06 Oktober 2015
PELAKSANAAN PENGAWASAN PEMOTONGAN HEWAN QURBAN 2015 DI KOTA PONTIANAK

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak melakukan pengawasan pemotongan ternak Qurban di Kota Pontianak. Pengawasan meliputi pemeriksaan kelayakan hewan Qurban dan pemberian peneng (pin bertuliskan ‘Sehat dan Layak sebagai Hewan Qurban’) yang digantung pada tali leher hewan Qurban yang telah memenuhi persyaratan. Hal ini diharapkan menjadi perhatian masyarakat agar membeli hewan Qurban yang dipasang peneng tersebut, sebab berdasarkan ketentuan syariat agama, selain sehat dan tidak cacat, hewan qurban juga harus memenuhi persyaratan lain yaitu telah cukup dari segi umur. Banyak masyarakat yang masing belum paham dengan hal ini, dan akibatnya tentu akan mengurangi hakikat ibadah qurbannya. Dinas sendiri telah melakukan penyebaran informasi tersebut di antaranya dengan memasang spanduk, menyebarkan surat ke panitia hewan Qurban se-Kota Pontianak serta acara Kepala Dinas di Radio RRI.

Selain pemeriksaan dan pemberian peneng, juga dilakukan pengawasan selama pemotongan meliputi pemeriksaan ternak Qurban sebelum dipotong dan sesudah dipotong. Kegiatan pengawasan ini dibagi dalam 6 tim yaitu mewakili seluruh kecamatan yang ada di Kota Pontianak. Pengawasan tersebut dilakukan di masjid-masjid, sekolah, instansi atau yayasan maupun perorangan masyarakat yang melakukan pemotongan hewan Qurban. Pengawasan meliputi pemeriksaan kesehatan pada saat ternak datang di lokasi pemotongan dan pemeriksaan organ dalam setelah dilakukan penyembelihan. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya pemotongan terhadap ternak yang berpenyakit menular dan menjaga ternak dari mengkonsumsi daging yang tidak sehat.

Berdasarkan hasil pengawasan tersebut diperoleh data pengawasan sebagai berikut : jumlah ternak yang telah diberi peneng di kandang penampungan dan lapak penjualan lebih kurang 1.200 ekor dan beberapa penyakit yang ditemukan seperti luka/pincang, keratitis (radang selaput kornea mata), rhinitis (flu), orf (keropeng pada rongga mulut dan bibir), papilloma (kutil pada kulit), dan pink eye (mata merah dan berselaput putih pada kambing).  Untuk hewan yang menderita penyakit tersebut tidak diberi peneng. Sedangkan data pemotongan hewan Qurban keseluruhan se-kota Pontianak dari tim yang telah turun sejak tanggal 20 – 27 September 2015  adalah sapi sebanyak 1.091 ekor dan kambing 1.170 ekor. Penyakit yang ditemukan antara lain Fascioliasis/ Fasciolosis/ Distomatosis atau biasa disebut dengan cacing hati, cacing mata (Thelaziasis) dan Pneumonia (odem dan radang paru-paru).

Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian yaitu berkaitan dengan aspek kesejahteraan hewan dalam penyembelihan hewan, yaitu adab atau cara menjatuhkan dan menyembelih hewan. Namun selama pengawasan, petugas juga melakukan sosialiasi/penyuluhan bahkan mempraktekkan tentang bagaimana cara menjatuhkan/ merobohkan hewan tanpa menyiksa dan menginformasikan mengenai penyembelihan hewan  yang baik. Pada tahun ini ditemui perbaikan dalam penanganan daging hewan Qurban seperti aplikasi penggunaan alas daun kelapa sebagai alas daging, menggantung karkas saat pengulitan dan pengirisan daging serta penggunaan plastik transparan untuk membungkus daging (Sofia).

Op. Bid Peternakan