PENGAWASAN KELAS MUTU BERAS YANG BEREDAR DI KOTA PONTIANAK

06 Desember 2019
PENGAWASAN KELAS MUTU BERAS YANG BEREDAR DI KOTA PONTIANAK

Beras merupakan salah satu produk Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia sehingga harga beras menjadi perhatian pemerintah, atas dasar hal tersebut Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras telah ditetapkan berdasarkan kelas mutu dan wilayah penjualan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras bahwa untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat HET Beras kelas Medium Rp. 9.950/kg dan Premium 13.300/kg. Kelas mutu beras diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras, bahwa beras yang dijual dan beredar di Indonesia khususnya Kota Pontianak harus sesuai dengan kelas mutu yang ditetapkan. Untuk memastikan hal tersebut pada September 2019 telah dilaksanakan pengawasan kelas mutu beras yang beredar di Kota Pontianak, pengambilan contoh uji dilaksanakan di ritel beras tradisional yang berada di Pasar Mawar Kota Pontianak.Pengambilan contoh uji dilaksanakan terhadap 6 merek beras yang paling banyak diminati oleh masyarakat, pengujian dilaksanakan oleh Laboratorium Gabah dan Beras milik Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian di Rawagabus Karawang. Hasil pengujian kelas mutu terhadap 6 merek beras menunjukkan dari 6 merek beras tersebut memiliki butir patahan yang melebihi batas kelas mutu yang ditetapkan. Tingginya jumlah butir patahan dapat disebabkan panjangnya proses transportasi beras hingga ke tangan konsumen.

Pengawasan terhadap kelas mutu beras juga dilakukan oleh petugas pengawas mutu hasil pertanian terhadap ritel modern seperti Hypermart dan Carrefour di Kota Pontianak.Pengawasan beras ditingkat ritel modern pada bulan September 2019 lebih ditekankan pada kelengkapan nomor pendaftaran beras yang tercantum dikemasan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2018 bahwa pelaku usaha yang melakukan kegiatan pengemasan PSAT untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label yang memuat nomor pendaftaran produk. Nomor pendaftaran produk pada kemasan beras bertujuan sebagai bentuk jaminan mutu terhadap beras yang dijual sesuai dengan HET dan kelas mutu beras sehingga tidak merugikan konsumen.Hasil pengawasan beras ditingkat ritel modern menunjukkan bahwa sebagian besar beras yang diperdagangkan di ritel modern telah memiliki nomor pendaftaran sedangkan untuk yang belum mencantumkan nomor pendaftaran menjadi perbaikan bagi ritel modern untuk segera meminta pihak produsen beras melengkapi kemasan dengan nomor pendaftaran.Pengawasan kelas mutu beras dalam kemasan akan dilaksanakan secara berkala sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2018.(Nunung Hairunnisa, S.TP)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Op. Bid Pangan