IDUL ADHA 2019 LANCAR TANPA TEMUAN PENYAKIT ZOONOSIS

27 Agustus 2019
IDUL ADHA 2019 LANCAR TANPA TEMUAN PENYAKIT ZOONOSIS

Telah dilaksanakan pengawasan pemotongan ternak dalam rangka hari raya Idul Adha pada tanggal 10-14 Agustus 2019 di Kota Pontianak. Namun rangkaian kegiatan ini telah berjalan sejak 3 minggu sebelumnya yaitu pelayanan pemasangan peneng (label pada tali leher) ternak yang sehat dan layak sebagai hewan Qurban untuk membantu masyarakat memilih hewan Qurban yang sesuai syariat, yang kemudian diikuti dengan pengawasan pada saat hari tasyrik yaitu bertepatan pada tanggal 11, 12, 13, dan 14 Agustus 2019. Kegiatan ini melibatkan personel Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak serta Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat.

Adapun jenis ternak yang telah dilakukan pemasangan peneng antar lain sapi, kambing, dan domba dengan total 1.004 ekor dari 1.673 yang diperiksa dengan beberapa temuan yang sakit yaitu Orf, Pink Eye, diare, malnutrisi, Scabies, cacat, picang, Influenza, papilloma, monorchid serta lainnya tidak memenuhi syarat umur (belum cukup umur). Sebelumnya juga telah dilakukan penyebaran spanduk mengenai pelayanan peneng di 6 kecamatan dan Dinas serta penyebaran himbauan mengenai kegiatan pengawasan pemotongan ternak Qurban tersebut kepada panitia Qurban di masjid, sekolah, kantor, yayasan, institusi, atau kelompok masyarakat yang terdata melakukan kegiatan pemotongan hewan Qurban tahun-tahun sebelumnya.

Secara umum telah terdapat beberapa perbaikan dari masyarakat terhadap penyelenggaraan pemotongan hewan Qurban dari segi higiene sanitasi dan perlakuan terhadap hewan Qurban. Perbaikan yang terlihat seperti metode perebahan sapi yang sebelumnya dengan jerat kaki telah menggunakan metode simpul di tubuh (burley dan rope squeeze), plastik pembungkus yang sebelumnya menggunakan plastik hitam telah menggunakan plastik putih transparan, dll. Diharapkan untuk ke depannya masyarakat semakin terbuka dan sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dalam penanganan daging dan jeroan hewan Qurban.

Total ternak Qurban baik sapi maupun kambing/domba yang telah dilakukan pemeriksaan sebelum (ante mortem) maupun setelah dipotong (post mortem) pada hari tasyrik berjumlah 2.940 ekor, naik sekitar 100 ekor dari tahun sebelumnya. Temuan hasil pemeriksaan post mortem yaitu Fasciolosis, Pneumonia, dan adanya nodul di limpa. Semua temuan tersebut tidak menyebabkan daging ternak menjadi tidak dapat dikonsumsi, melainkan tetap boleh dikonsumsi karena bagian yang sakit telah dibuang, sehingga disinilah peran petugas pengawasan, yaitu menjaga agar daging Qurban yang beredar aman, sehat, utuh, dan halal (Sofia).

Op. Bid Peternakan