DINAS PANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA PONTIANAK MENYERAHKAN BANTUAN CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK KEPADA GELANDANGAN DAN PENGEMIS

19 Agustus 2019
DINAS PANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA PONTIANAK MENYERAHKAN BANTUAN CADANGAN PANGAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK KEPADA GELANDANGAN DAN PENGEMIS

Pembangunan ketahanan pangan bertujuan untuk menjamin ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, bergizi seimbang hingga pada tingkatan rumah tangga dan perseorangan. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Ketahanan Pangan merupakan kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Cadangan pangan merupakan salah satu komponen penting dalam ketersediaan pangan, karena cadangan pangan merupakan sumber pasokan untuk mengisi kesenjangan antara produksi dan distribusi dengan kebutuhan daerah dari waktu ke waktu.

Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan  masyarakat Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Pontianak, menyerahkan bantuan cadangan pangan Pemerintah Kota Pontianak berupa beras medium sebanyak 20 Kg per Kepala Keluarga gelandangan dan pengemis setiap triwulan di tahun 2019 ini. Adapun penerima manfaat tersebut sebanyak 47 Kepala Keluarga Gelandangan dan Pengemis sebagaimana Keputusan Walikota Pontianak Nomor     /DPPP/2019.Gelandangan dan Pengemis ini merupakan binaan Dinas Sosial Kota Pontianak, dimana mereka dibina dengan berbagai kegiatan sehingga tidak lagi menjadi gelandangan dan pengemis.

Pada kesempatan ini dalam sambutannya Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak mengharapkan program ini dapat membantu terpenuhinya pangan bagi keluarga yang kurang mampu di Kota Pontianak, dan bagi gelandangan dan pengemis yang menjadi penerima manfaat kegiatan ini dapat meningkatkan kehidupannya dan beraktifitas secara layak dengan tidak kembali sebagai  gelandangan dan pengemis lagi. (TemmySuprihartini, SP-Pengelola Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, 2019).

Op. Bid Pangan