DAGING SAPI AMAN, WARGA PONTIANAK IDUL FITRI DENGAN TENANG

12 Juni 2019
DAGING SAPI AMAN, WARGA PONTIANAK IDUL FITRI DENGAN TENANG

Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu perayaan yang menjadi fokus kegiatan besar bagi Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak khususnya bidang Peternakan selain Hari Raya Idul Adha sebab di perayaan ini secara rutin dilakukan pendampingan dan pengawasan terhadap aktivitas pemotongan ternak sapi yang dilakukan di luar Rumah Pemotongan Hewan Sapi yang merupakan tempat pemotongan sapi resmi dan diawasi oleh Pemerintah Kota Pontianak. Adapun tujuan dilakukan pengawasan ini adalah sesuai dengan amanat Undang-Undang yaitu untuk menjaga ketersediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal sehingga menjamin ketentraman batin masyarakat yang mengkonsumsi pangan tersebut.

Tim yang terbentuk sesuai Surat Keputusan Nomor 200/DPPP/Tahun 2019 ini meliputi 7 tim pengawasan yang terlibat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan ternak sebelum dipotong (ante mortem), saat pemotongan, dan setelah pemotongan (post mortem) yaitu terdiri atas tim keliling (supervisi), tim RPH Sapi Kota Pontianak, tim kecamatan Pontianak Barat, tim kecamatan Pontianak Kota, tim kecamatan Pontianak Tenggara-Selatan, tim kecamatan Pontianak Timur, dan tim kecamatan Pontianak Utara. Tim tersebut didampingi aparat Kepolisian untuk mendukung pengawasan yang kondusif agar terlaksana dengan lancar mengingat pelaksanaan kegiatan yang notabene dilakukan dari petang sampai menjelang fajar, yang rawan terjadi tindakan kriminal dan menghadapi penjagal sapi yang menggunakan senjata tajam (pisau sembelih, kapak).

Terlaksana pengawasan pemotongan ternak sejak tanggal 2 sampai dengan 4 Juni 2019 dengan data hasil pengawasan sebagai berikut :

Pelaksanaan

Jumlah Pemotongan (Ekor)

Hasil Post Mortem

RPH Sapi

Ptk Barat

Ptk Kota

Ptk Selatan

Ptk Tenggara

Ptk Timur

Ptk Utara

Fascioliasis (Cacing Hati)

Pengerasan Limpa

2 Juni

18

13

11

2

1

1

22

11

-

3 Juni

41

45

47

1

8

11

51

14

1

4 Juni

40

45

28

2

8

19

35

17

-

Jumlah

99

103

86

5

17

31

108

42

1

Hasil pemeriksaan kesehatan ternak sebelum dipotong tidak terdapat penyakit zoonosis sehingga semua ternak boleh dipotong, namun hasil pengawasan setelah dipotong ditemukan  kasus cacing hati sebanyak 42 kasus dan pengerasan limpa 1 kasus, namun telah dilakukan pengafkiran bagian rusak, sementara daging masih dapat dikonsumsi. Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan kesehatan ternak sapi yang telah dilakukan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya penyakit hewan menular strategis.

Sebagai balas jasa atas pelayanan pemeriksaan kesehatan ternak tersebut, dilakukan penarikan retribusi tiap ekor sapi yang dipotong dengan pemberian surat keterangan kesehatan daging dan konsen sebagai bukti pembayaran retribusi kepada Pemerintah Daerah. Adapun retribusi yang tertarik sebanyak 340 ekor dari total 449 ekor sapi yang dipotong (turun 10,29%). Hal ini disebabkan bahwa fokus kegiatan tahun ini adalah mengutamakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan bukannya retribusi. Namun ke depannya perlu penindakan tegas bagi pemotong yang tidak mau membayar retribusi karena beresiko terhadap penolakan pemotong yang lain karena tidak adanya efek jera padahal telah memperoleh pelayanan dari Pemerintah.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah pemotongan ternak sapi tahun 2019 mengalami kenaikan sekitar 8,91%, namun sebenarnya lebih besar dari yang terdata disebabkan adanya beberapa pemotong rutin yang sebelumnya melakukan pemotongan ternak di wilayah Kota Pontianak beralih lokasi pemotongan di wilayah kabupaten Mempawah (perbatasan Kota Pontianak), semetara karkas daging yang dihasilkan dijual di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya. Lokasi ini belum menjadi sasaran pengawasan wilayah setempat sehingga Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak melalui Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat telah meminta untuk dilakukan pengawasan di wilayah tersebut karena sudah dijadikan lokasi pemotongan rutin. Hal ini untuk melindungi konsumen dan menjaga ketersediaan pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal karena telah dilakukan pemeriksaan kesehatan baik sebelum maupun sesudah pemotongan (Sofia).

Op. Bid Peternakan