Monitoring Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya

05 Desember 2018
Monitoring Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya

 

Kesehatan ikan dan lingkungan budidaya merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung keberhasilan usaha budidaya perikanan. Pembudidaya ikan disarankan untuk selalu memonitor kesehatan ikan dan kondisi kualitas air lingkungan budidayanya agar penyebaran penyakit dan penurunan kualitas air budidaya perikanan dapat diantisipasi sebelum menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha budidaya perikanan itu sendiri.

Mengingat keterbatasan alat dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembudidaya ikan, maka Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak menugaskan stafnya yang bertugas di Balai Benih Ikan Lokal Kota Pontianak untuk membantu melaksanakan monitoring kesehatan ikan dan lingkungan budidaya.

Adapun lokasi budidaya perikanan yang menjadi sasaran monitoring kesehatan ikan dan lingkungan budidaya yang dilaksanakan sejak hari Senin tanggal 12 November 2018 hingga hari Rabu tanggal 14 November 2018 berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Pontianak Utara, Kecamatan Pontianak Timur, Kecamatan Pontianak Selatan, dan Kecamatan Pontianak Tenggara.

Pada bulan November dan Desember, intensitas hujan yang turun cukup tinggi dibandingkan pada bulan-bulan yang lain dalam setahun. Air hujan yang turun cenderung bersifat asam (https://www.sangkutifarm.com/ph-air-untuk-kolam-ikan-lele-yang-baik/). Hal ini dapat mempengaruhi kadar oksigen terlarut dalam kolam ikan, sehingga jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak dikontrol dengan baik dapat membahayakan kelangsungan ikan yang dibudidayakan.

Pemilihan lokasi pelaksanaan monitoring kesehatan ikan dan lingkungan didasarkan kepada jenis usaha budidaya, yakni menggunakan kolam terpal dan menggunakan keramba di badan sungai. Untuk wilayah Kecamatan Pontianak Selatan dan Kecamatan Pontianak Tenggara petugas mengambil sampel pada usaha budidaya kolam terpal. Adapun untuk jenis budidaya keramba diambil sampel pada wilayah Kecamatan Pontianak Utara (keramba berada pada badan Sungai Landak) dan Kecamatan Pontianak Timur (keramba berada pada badan sungai Kapuas).

Op. Bid Perikanan