Monitoring Produk Olahan Hasil Perikanan

05 Desember 2018
Monitoring Produk Olahan Hasil Perikanan

Produk Olahan hasil perikanan yang didistribusikan di wilayah Kota Pontianak cukup beragam. Mulai dari sotong/ cumi-cumi kering hingga ikan asin. Produk Olahan hasil perikanan ini didistribusikan baik di pasar tradisional hingga ke pasar modern.

Mengingat distribusi produk olahan hasil perikanan yang cukup luas, tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat Kota Pontianak, namun juga dikonsumsi oleh masyarakat di luar Kota Pontianak karena banyak dijadikan komoditas buah tangan bagi para wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

Untuk menjaga kualitas produk dan keamanan produk olahan hasil perikanan, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak mengalokasikan anggaran untuk melakukan monitoring sekaligus pengambilan sampel untuk dilakkan pengujian produk di laboratorium.

Pada tahun anggaran 2018 ini kegiatan difokuskan pada pengambilan sampel produk olahan hasil perikanan dikarenakan untuk produk perikanan segar telah dilaksanakan oleh Tim gabungan yang dikoordinir oleh Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pontianak.

Pengambilan sampel produk olahan hasil perikanan telah dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 bulan Desember tahun 2018 pada lokasi penjualan oleh-oleh PSP dan sekitarnya. Adapun jenis produk olahan hasil perikanan yang dijadikan sampel adalah sebagai berikut ikan teri, ikan asin talang, terasi, sotong kering besar, sotong kering kecil, sotong pedas, ikan keladi dendeng, sotong pangkong, udang ebi, ikan asin biawan, dan ikan salai. Kesebelas jenis sampel akan diuji secara kimia di Laboratorium PT. Sucofindo Pontianak.

Bahan-bahan kimia yang dikhawatirkan dapat mencemari bahan-bahan makanan antara lain adalah formalin, timbal, tembaga, dan klorin. Sumber utama kontaminan logam berat yang ada pada produk perikanan umumnya berasal dari lingkungan atau sumber makanan ikan itu sendiri yang akhirnya akan terakumulasi di dalam tubuh ikan. Namun ada juga kemungkinan pencemaran logam berat terjadi dikarenakan kontaminan dari lingkungan dan peralatan pada saat proses pengolahan. Sehingga semua aspek yang dapat menjadi sumber kontaminan bagi produk olahan hasil perikanan akan dijadikan perhatian selama proses monitoring.

 

Op. Bid Perikanan