JUMLAH PEMOTONGAN HEWAN QURBAN DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2018 MENINGKAT, HASIL PENGAWASAN AMAN DAN LAYAK UNTUK DIKONSUMSI

17 September 2018
JUMLAH PEMOTONGAN HEWAN QURBAN DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2018 MENINGKAT, HASIL PENGAWASAN AMAN DAN LAYAK UNTUK DIKONSUMSI

Kembali dilakukan kegiatan pengawasan pemotongan hewan Qurban oleh Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak dengan melibatkan Paramedik dan Medik Veteriner dari Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat. Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak tanggal 21 Agustus sampai dengan 25 Agustus 2018 di seluruh Kecamatan yang ada meliputi pemeriksaan ternak sebelum dipotong (memperhatikan status kesehatan dan kelayakan sebagi hewan qurban) dan sesudah dipotong (memeriksa kesehatan daging dan organ dalam ternak yang akan diedarkan ke masyarakat).

Sebelumnya sejak tanggal 1 sampai dengan 21 Agustus 2018, Paramedik dan Medik Veteriner Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan ternak sebagai hewan qurban di kandang pemeliharaan/penampungan dengan pemberian peneng ‘Telah Diperiksa, Sehat dan Layak sebagai Hewan Qurban 2018’ yang dikalungkan pada leher ternak untuk membantu masyarakat dalam memilih hewan qurban yang memenuhi syarat sah dan sesuai syariat Islam. Ternak harus sehat dan tidak menderita penyakit yang nyata, jantan, tidak cacat/buta serta cukup umur (1 tahun atau lebih untuk kambing, 2 tahun atau lebih untuk sapi). Sebanyak 1.239 ekor ternak telah dilakukan pemeriksaan baik sapi maupun kambing dan yang memnuhi syarat 619 ekor. Sebagian ternak lainnya yang tidak dipeneng karena belum memnuhi kecukupan umur, sakit (Orf, Pink Eye, Influenza, kaki/tanduk patah, Scabies), atau kurus.

Adapun hasil pemeriksaan kesehatan ternak saat pemotongan dari tanggal 22 Agustus sampai dengan 25 Agustus 2018 sejumlah 1.664 ekor (sapi dan kambing). Hasil pengawasan pemotongan ini menunjukkan peningkatan sebesar 14,08% dibanding tahun 2017. Hasil temuan pemeriksaan daging dan organ dalam yaitu kasus hati yang rusak karena cacing hati (Distomatosis), pneumonia (radang paru) dan telah dilakukan pengafkiran bagian yang tidak layak untuk dikonsumsi, sedangkan untuk daging masih aman untuk dikonsumsi. Secara umum, hasil pemeriksaan kesehatan ternak baik sebelum dan sesudah dipotong tidak mengarah pada penyakit hewan strategis (prioritas) dan zoonosis (menular) seperti Anthrax, Brucellosis, dll (Sofia).

Op. Bid Peternakan