RUTINITAS TAHUNAN PENGAWASAN PEMOTONGAN TERNAK MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H/2018 DI KOTA PONTIANAK

25 Juni 2018
RUTINITAS TAHUNAN PENGAWASAN PEMOTONGAN TERNAK MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H/2018 DI KOTA PONTIANAK

Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan dan Kota Pontianak melakukan kegiatan rutin tahunan yaitu pengawasan pemotongan ternak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 pada tanggal 12 s/d 14 Juni 2018. Kegiatan ini difokuskan pada pengawasan pemotongan ternak sapi yang dilakukan di luar Tempat Pemotongan Hewan (TPH) dalam rangka mengantisipasi melonjaknya jumlah pemotongan sapi yang tidak dapat difasilitasi melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Kota Pontianak yaitu RPH Nipah Kuning di Kecamatan Pontianak Barat dan RPH Skala Kecil di Kecamatan Pontianak Utara. Sebelum pelaksanaan, dilakukan pendataan TPH yang beraktivitas dengan melampirkan surat pengumuman mengenai kegiatan tersebut yang ditandatangani Pj Walikota Pontianak.

Pengawasan dilakukan di TPH yang ada di setiap Kecamatan dengan dibantu oleh Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat serta melibatkan Polsek yang ada di Kota Pontianak dalam kegiatan pengamanan yang tergabung dalam satu Tim Pengawasan Pemotongan Ternak Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas. Pengawasan juga dilakukan di  Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik Pemerintah Kota dalam hal ini RPH Nipah Kuning di Kecamatan Pontianak Barat dan RPH Skala Kecil di Kecamatan Pontianak Utara. Pemeriksaan secara menyeluruh dilakukan terhadap kesehatan ternak sebelum dipotong (ante mortem), saat pengulitan, dan pemeriksaan jeroan dan karkas setelah pemotongan (post mortem). Selain itu juga dilakukan pengawasan pencegahan pemotongan ternak sapi betina yang produktif dengan dasar pemeriksaan teknis alat reproduksi oleh tenaga medik veteriner (Dokter Hewan). Betina yang didiagnosa produktif ditolak untuk dipotong karena untuk mendukung program peningkatan populasi sapi melalui UPSUS SIWAB. Selama pengawasan tidak ditemukan pemotongan sapi betina yang masih produktif di Kota Pontianak.

Sampai dengan tanggal 14 Juni 2018 (akhir pengawasan) terdata pemotongan sapi 415 ekor, turun 10,75% (50 ekor) dibanding tahun 2017. Jumlah pemotongan sapi memang berkurang, namun pada kenyataannya produksi daging yang dihasilkan lebih tinggi, hal ini dikarenakan tingginya pemotongan sapi BX yang berasal dari Kotawaringin, Kalimantan Tengah yang berat karkasnya bisa dua kali lipat berat sapi lokal. Untuk hasil pemeriksaan post mortem tidak ditemukan penyakit yang berbahaya (zoonosis), namun penyakit Fascioliasis (cacing hati) masih dtemukan dengan jumlah yang lebih rendah (Sofia).

 

Op. Bid Peternakan