SOSIALISASI HIGIENE DAN SANITASI KEPADA PEMILIK RUMAH PEMOTONGAN UNGGAS (RPU)

07 Agustus 2017
SOSIALISASI HIGIENE DAN SANITASI KEPADA PEMILIK RUMAH PEMOTONGAN UNGGAS (RPU)

Kebutuhan daging ayam di kalangan masyarakat Kota Pontianak cukup banyak. Keamanan, kesehatan, keutuhan, dan kehalalan (ASUH) daging ayam tentu menjadi perhatian masyarakat. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh proses penyembelihan dan perlakuan ayam tersebut oleh tempat pemotongan ayam. Oleh karena itu, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Bidang Peternakan mengadakan Sosialisasi Penerapan Higiene dan Sanitasi Rumah Potong Pemotongan Unggas (RPU) kepada pemilik dan pekerja RPU pada Jumat, 28 Juli 2017. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.30 – 11.00. Selain dihadiri oleh para pemilik dan pekerja RPU, pihak kecamatan dan kelurahan seluruh Kota Pontianak turut serta dalam kegiatan ini.

Kegiatan dibuka oleh Bpk. H. Bintoro, SE, MM selaku Plt. Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak dan memberikan pengantar serta arahan untuk sosialisasi ini. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Endang Sayekti, S.Pt, MA, MSE tentang higiene dan sanitasi RPU menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Tahun 1999 dan kebijakan minimal higiene dan sanitasi yang bisa diterapkan di Kota Pontianak dan drh. Tommy Hartono tentang berbagi pengalaman penerapan higiene dan sanitasi di PT. Adilmart serta dimoderatori oleh Bpk. Haryono, S.TP.

Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar, seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan ini. Pada sesi tanya jawab beberapa peserta mengajukan pertanyaan dan menyimak dengan seksama. Hal penting yang dapat diterapkan oleh RPU di pasar tradisional, antara lain dengan menggunakan air yang mengalir untuk mencuci ayam untuk meminimalisir pencemaran mikroorganisme dan peletakan daging ayam pada tempat-tempat  agar daging ayam tidak menyentuh lantai secara langsung. Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memilih dengan bijak daging ayam yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) dan khususnya untuk para pemilik dan pekerja RPU termotivasi untuk menerapkan higiene dan sanitasi lebih baik karena adanya bantuan pembiayaan dari Pemerintah Kota untuk pengajuan sertifikat halal secara gratis (Nurul).

Op. Bid Peternakan