TEKNIK KULTUR JARINGAN, ALTERNATIF UPTD AGRIBISNIS MELESTARIKAN ANGGREK HITAM (Ceologyne pandurata)

02 Agustus 2017
TEKNIK KULTUR JARINGAN, ALTERNATIF UPTD AGRIBISNIS MELESTARIKAN ANGGREK HITAM (Ceologyne pandurata)

Sekitar lima ribu jenis anggrek spesies tersebar di hutan-hutan Indonesia, salah satunya adalah Anggrek Hitam (Ceologyne pandurata) yang merupakan jenis anggrek yang tumbuh di hutan Kalimantan sangat diminati warga di sejumlah Negara. Karena memiliki keunikan dan kecantikan yang menawan para penghoby dan kolektor ingin mengkoleksi Anggrek hitam sehingga mengakibatkan perburuan para kolektor akan anggrek hitam di hutan Kalimantan semakin marak dan dikhawatirkan populasi akan semakin menurun dan mengalami kepunahan. Untuk mencegah dari kepunahan spesies ini pemerintah telah menetapkan Anggrek Hitam sebagai tanaman yang dilindungi dengan PP No 7 tahun 1999, melarang perdagangan bunga anggrek hitam secara bebas kecuali hasil budidaya.

Untuk mendukung pemerintah dalam pelestarian populasi Anggrek Hitam (Ceologyne pandurata)  UPTD Agribisnis melaksanakan budidaya Anggrek hitam baik secara konvensional maupun secara Teknik Kultur jaringan yaitu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman (protoplasma, sel, jaringan, organ) serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptic sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Alternatif pelestarian dengan teknik kultur jaringan mempunyai banyak kelebihan bila dibandingkan dengan cara konvensional yaitu perbanyakan anggrek dengan jumlah banyak dalam waktu relative singkat, dapat menghasilkan anggrek yang mempunyai sifat sama dengan induknya dan pertumbuhan relative seragam serta dapat menciptakan variasi-variasi tanaman anggrek, selain itu perbanyakan tanaman juga tidak tergantung cuaca karena dilakukan di dalam Laboratorium.

Menurut tenaga teknis laboratorium kultur jaringan UPTD Agribisnis Tri Lestari, SP, Perbanyakan tanaman anggrek hitam secara kultur jaringan menggunakan media tanam ½ (setengah) MS dengan penambahan air kelapa. Perbanyakan anggrek hitam secara kultur jaringan menggunakan biji yang telah matang dari tanaman induk yang sehat kemudian di sterilkan dengan cara dibakar dan direndam alcohol sebanyak tiga kali, dibelah, diambil isinya dan ditanam diruang transfer menggunakan Laminar Airflow selanjutnya ditumbuhkan di ruang thermostatic dengan suhu tertentu. Bila tidak terjadi kontaminasi bakteri maupun jamur dalam waktu 1 (satu) bulan sudah muncul tunas-tunas baru tanaman anggrek dan 2 (dua) bulan kemudian tanaman-tanaman anggrek sudah dapat dipisah dan dipindah ke botol media tanam untuk diperbanyak lagi sampai 7 (delapan) kali perbanyakan. Satu botol eksplan dapat menghasilkan 20 tanaman Anggrek Hitam, nah bisa dibayangkan jika samapi 7 kali pemisahan berarti menghasilkan 207 tanaman anggrek yang siap di aklimatisasikan dan di tanam di lapangan dalam waktu relative singkat.  

 

Op. UPTD Agribisnis