PENGAWASAN PRODUK HASIL PERTANIAN DI PASAR MODERN DAN TRADISIONAL MENJELANG BULAN RAMADHAN

05 Juni 2017
PENGAWASAN PRODUK HASIL PERTANIAN DI PASAR MODERN DAN TRADISIONAL MENJELANG BULAN RAMADHAN

Pengawasan produk hasil pertanian berupa daging di pasar modern dan tradisional menjelang bulan Ramadhan merupakan salah satu kegiatan rutin Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak dalam rangka menjaga peredaran daging di Kota Pontianak khususnya saat menjelang bulan Ramadhan. Pengawasan dilaksanakan pada tanggal 8-9 Mei 2017 di 4 pasar modern yaitu hypermart, carrefour, fresh mart dan king mart serta 6 pasar tradisional yaitu flamboyan, kemuning, dahlia, teratai, puring dan mawar.

Sasaran pengawasan merupakan produk asal hewan, mulai dari kualitas produk, sanitasi higienitas tempat penjualan, dokumen pemasukan hewan, sertifikat halal hingga Nomor Kontrol Veteriner. Pada saat pengawasan di pasar modern persyaratan penggunaan alat pendingin untuk penjualan telah dilaksanakan, sebagian besar pasar modern juga telah memenuhi persyaratan cara penjualan produk asal hewan yang baik melalui penggunaan suhu rendah, pemisahan antar produk dan kelengkapan dokumen persyaratan seperti rekomendasi pemasukan produk, sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner. Pasar modern juga telah mempersiapkan stok daging untuk menjelang bulan Ramadhan.

Untuk pasar tradisional, penerapan cara penjualan produk asal hewan yang baik masih sulit untuk diterapkan hal tersebut terlihat dari masih adanya ditemukan daging ayam dengan kualitas rendah (berwarna keabu-abuan), sanitasi higienitas tempat penjualan pun masih rendah seperti masih adanya penjual daging sapi yang merokok saat menjual daging dan menggunakan alas triplek untuk menaruh sekaligus memotong daging sapi. Penggunaan triplek sebagai alas tidak dianjurkan karena triplek merupakan bahan yang mudah menyerap air dan menyimpan kontaminan serta sulit untuk dibersihkan.

Pengambilan sampel dilakukan baik di pasar modern maupun pasar tradisional untuk selanjutnya dianalisa residu antibiotik pada Laboratorium Keswan dan Kesmavet milik Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat yang hingga laporan ini diturunkan hasil uji masih belum selesai. (PMHP)

Op. Bid Pertanian