Musim Hujan dan Efeknya terhadap hewan sapi ternak

14 November 2019
Musim Hujan dan Efeknya terhadap hewan sapi ternak

Penyebab terjadinya perubahan musim di bumi adalah faktor revolusi bumi. Pada saat bumi berevolusi, letak bumi akan mengalami posisi yang dekat dengan matahari yang mengakibatkan terjadinya musim dingin di belahan bumi bagian utara, dan pada saat posisi jauh dari matahari, di belahan bumi bagian utara mengalami musim panas.Indonesia merupakan negara yang hanya mendapatkan 2 musim di belahan dunia ini. Musim tersebut antara lain adalah musim kemarau dan musim hujan. Prakiraan Musim Hujan 2019/2020 secara umum diprakirakan dimulai pada bulan Oktober 2019 sebanyak 69 ZOM/Zona Musim (20.2%), November 2019 sebanyak 161 ZOM (47.1%), dan Desember 2019 sebanyak 79 ZOM (23.1%). Sementara itu, untuk wilayah Papua, awal musim hujan akan terjadi secara bervariasi, dari November sampai Desember Sementara itu, menurut prediksi BMKG, puncak musim hujan 2019/2020 akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2020.

Apa yang menyebabkan terjadinya musim hujan di Indonesia? penyebab musim hujan di indonesia adalah adanya Angin Muson Barat. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia mengalami musim panas, berakibat pada tekanan minimum dan benua Asia lebih dingin, berakibat memiliki tekanan maksimum dan bersifat basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Musim kemarau di Indonesia kebanyakan berlangsung antara bulan April sampai bulan September. Sebaliknya, Ketika musim kemarau berlangsung, kelembaban udara cenderung sangat rendah. Musim hujan di Indonesia terjadi karena bertiupnya angin musim barat dan terjadi antara bulan September dan bulan Maret.

Memasuki musim penghujan, para peternak sapi harus lebih waspada, karena umumnya akan timbul penyakit sapi. penyakit tersebut umumnya sebagai berikut :


1. Sapi lamenes/pincang

Sapi yang dipelihara dalam sistem kandang lepas atau kandang koloni sangat rentan terkena lamenes atau pincang saat musim hujan. Karena kandang yang becek dan licin, akan membuat sapi mudah terpeleset atau jatuh, akhirnya bisa menyebabkan pincang. Kondisi ini akan semakin parah jika kebersihan kandang tidak dirawat dengan baik.

2. Sapi demam

Saat musim hujan, waspadai juga timbulnya demam pada sapi akibat perubahan cuaca menjadi rendah. Saat cuaca bersuhu rendah jika kondisi sapi lemah karena kekurangan zat-zat gizi tertentu pada makanannya, akan mudah terserang demam.

3. Sapi kembung dan diare

Musim hujan juga bisa mengakibatkan kondisi hijauan pakan ternak yang selalu basah akibat terkena air hujan. Hijauan yang cenderung basah apalagi jika kondisi hijauan masih muda, sangat mudah mengakibatkan kembung pada ternak sapi. Di samping kembung atau bloat, ternak juga bisa mengalami diare.

4. Cacingan

Cacingan juga perlu diwaspadai pada musim hujan karena cacingan meskipun  tidak berbahaya atau tidak mematikan, tetapi jika tidak ditangani secara benar akan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bahkan pada kondisi yang parah juga akan bisa mengakibatkan kematian pada ternak.

5. Serangan lalat

Musim hujan juga identik dengan banyaknya lalat di kandang. Oleh karena itu, waspadai penyakit sapi yang biasa disebarkan oleh lalat. Lalat juga bisa mengakibatkan infeksi parah pada sapi yang sedang terluka karena lalat akan bertelur pada luka tersebut sehingga bisa menyebabkan borok. Sanitasi dan kebersihan kandang merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan populasi lalat.

 

Referensi : 

  1. https://www.bmkg.go.id/iklim/prakiraan-musim.bmkg 
  2. https://m.detik.com/news/berita/d-4668538/bmkg-prediksi-awal-musim-hujan-di-sumatera-jawa-oktober
  3. https://sains.kompas.com/read/2019/08/16/180600623/pada-bulan-apakah-musim-hujan-2019-2020-tiba-di-indonesia?page=all
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Muson
  5. https://blog.ruangguru.com/pembagian-waktu-dan-perubahan-musim-di-indonesia
  6. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/iklim/penyebab-terjadinya-perubahan-musim
  7. https://www.pertanianku.com/waspada-5-jenis-penyakit-sapi-ini-saat-musim-hujan/

 

 

Operator UPTD RPH Sapi (Miftahhur Rahman, ST)