Sapi Madura, Primadona Sapi dari Pulau Garam

16 April 2019
Sapi Madura, Primadona Sapi dari Pulau Garam

Sapi Madura adalah sapi potong hibrida lokal asli Indonesia hasil persilangan antara banteng dengan bos indicus atau sapi Zebu yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan penyakit. Karakteristik sapi Madura sudah sangat seragam, yaitu bentuk tubuhnya kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tetapi bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas.

Kontribusi sapi madura sebagai sapi potong berkembang baik di Jawa Timur khususnya di pulau Madura. Kontribusi sapi di Madura cukup besar sampai 24% dari kebutuhan sapi potong yang berasal dari Jawa Timur.Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat populasi sapi di empat kabupaten di pulau Madura itu setiap tahun terus bertambah. Hasil pendataan yang dilakukan lembaga itu menunjukkan, populasi sapi di Pulau Madura mencapai 806.608 ekor. Angka ini mengalami peningkatan dibanding 2012 yang hanya mencapai 787.424 ekor dengan jumlah terbanyak di wilayah Kabupaten Sumenep yakni mencapai 360.000 ekor lebih (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sapi_Madura). Gubernur Jawa Timur, Dr.H.Soekarwo, mengeluarkan kebijakan menjadikan Pulau Madura sebagai ”Pulau Ternak”. Kebijakan ini selaras dengan Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) Tahun 2014 yang merupakan agenda utama Kementerian Pertanian (http://disnak.jatimprov.go.id). Untuk mengembangkan Jenis Sa[pi madura, Pemerintah menggagas Uji Performan pada Sapi Madura di Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas Sapi Madura. Uji performans merupakan metoda pengujian untuk memilih ternak bibit berdasarkan sifat kualitatif dan kuantitatif dengan cara pengukuran dan penimbangan.

Uji performan telah dilaksanakan secara konsisten sejak 2010 dengan menetapkan sembilan kelompok sasaran dengan total sapi peserta uji performans sebanyak 534 ekor yang diselenggarakan di Sampang dan Sumenep. Sedangkan pada 2011 dilakukan dengan menetapkan 26 kelompok yang dilaksanakan di Sumenep, Pamekasan dan Sampang dengan jumlah peserta uji performans 828 ekor. Pada 2012 uji performan dilakukan dengan menetapkan 21 kelompok di Sampang, Pamekasan dan Sumenep dengan melibatkan lebih dari 800 ekor. Perkembangan Sapi Madura dengan hasil Uji Performan menunjukkan hasil menggembirakan. Diperoleh calon pejantan Sapi Madura dengan Tinggi Pundak 115 cm dengan bobot minimal 170 kg. Program peningkatan mutu genetik ini memang belum bisa dirasakan secara langsung saat ini

Dengan Keunggulan diatas, maka tidak heran sapi madura menjadi sapi yang banyak di cari oleh peternak sapi untuk di gemukkan kemudian dijual untuk dipotong. Mobilitas sapi madura umumnya di kirim menggunakan kapal laut menuju daerah tujuan. dengan semakin tingginya minat terhadap sapi madura, perlu dilakukan upaya upaya untuk tetap menjaga populasi sapi madura agar tidak habis terekploitasi sehingga tetap lestari.

Operator UPTD RPH Sapi