Cara memilih Sapi Potong yang baik

02 Oktober 2019
Cara memilih Sapi Potong yang baik

Sapi merupakan salah satu hewan yang digunakan sebagai penyumbang protein hewani di indonesia selain ayam, ikan, dan babi. Permintaan daging sapi akan meingkat terutama pada saat mendekati hari hari besar keagamaan. Tingginya permintaan daging sapi di Indonesia dapat dikarenakan Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga konsumsi daging babi tidak sebesar daging sapi. Konsumsi daging sapi umumnya meningkat pada menjelang Bulan ramadhan, idul fitri, idul adha, natal dan tahun baru. Bagaimana cara memilih sapi potong yang baik sehingga menguntungkan dan aman untuk dipotong?

  1. Sifat Genetik. Sifat genetik meliputi  sifat bawaan yang akan mempengaruhi daya tahan, dan adaptasi hewan sapi terhadap lingkungan, makanan dan penyakit. oleh karena itu pilihlan genetik sapi yang mudah menyesuaikan dengan iklim dan makanan setempat. hal ini agar tidak merugikan pemilik sapi potong jika kedepannya terjadi kejadian sapi yang mati akibat penyakit atau stress akibat pengaruh makanan.
  2. Kesehatan. Kesehatan sapi meliputi keadaan fisik sapi. sapi yang sehat memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat terlihat jelas jika diamati secara fisik. Ciri-ciri tersebut adalah : 
    a. Keadaan tubuh, Keadaan tubuh Sapi sehat, keadaan tubuh bulat berisi, kulit lemas. Tidak adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya, tidak ada tanda-tanda kerusakan dan kerontokan pada bulu (licin dan mengkilat). Selaput lendir dan gusi berwarna merah muda, lebih mudah bergerak bebas. Ujung hidung bersih, basah dan dingin. Kuku tidak terasa panas dan bengkak bila diraba. Suhu tubuh anak 39,5 C – 40 C

    b. Sikap dan tingkah laku, Sikap dan tingkah laku Sapi sehat tegap. Keempat kaki memperoleh titik berat sama. Sapi peka terhadap lingkungan (ada orang cepat bereaksi). Bila diberi pakan, mulut akan dipenuhi pakan. Cara minum panjang. Sapi yang terus menerus tiduran memberikan kesan bahwa sapi tersebut sakit atau mengalami kelelahan.

    c. pernapasan dan denyut jantung, Pernafasan Sapi sehat bernafas dengan tenang dan teratur, kecuali ketakutan, kerja berat, udara panas dan sedang tiduran lebih cepat. Jumlah pernafasan : Anak sapi 30/menit, Dewasa 10-30/menit.
    d. pencernaan, Sapi sehat memamah biak dengan tenang sambil istirahat/ tiduran. Setiap gumpalan pakan di kunyah 60-70 kali. Sapi sehat nafsu makan dan minum cukup besar. Pembuangan kotoran dan kencing berjalan lancar Bila gangguan pencernaan, gerak perut besar berhenti atau cepat sekali, Proses memamah biak berhenti.

    e. pandangan sapi. Sapi sehat pandangan mata cerah dan tajam. Sapi sakit pandangan mata sayu.
     
  3. Penampilan Fisik. Penampilan fisik berpengaruh terhadap kuantitas daging sapi dan keekonomian pemotongan sapi. sapi jantan cenderung lebih berotot. Sedangkan sapi betina produktif dilarang untuk dipotong. Penampilan fisik yang harus diperhatikan diantaranya adalah :
    a. Ukuran badan panjang dan dalam. rusuk panjang memungkinkan sapi mampu menampung jumlah makanan yang banyak.
    b. Bentuk tubuh segi empat. Pertumbuhan tubuh bagian depan, tengah dan belakang serasi, garis badan atas dan bawah sejajar.
    c. Paha sampai pergelangan penuh berisi daging.
    d. Dada lebar dan dalam serta menonjol ke depan.
    e. Kaki besar dan kokoh.

Dari beberapa poin diatas, diharapkan menjadi panduan bagi calon pengusaha pemotongan hewan dalam menentukan bibit bagi hewan sapi yang akan diperoleh. Sehingga tidak keliru dalam menjalankan usaha pemotongan kedepannya. 

 

Referensi : https://stoka.id/2019/04/10/cara-memilih-bakalan-sapi-potong-yang-baik/

Operator UPTD RPH Sapi