Peran UPTD RPH Sapi dalam pengembangan IPTEK di Kota Pontianak

06 Juni 2018
Peran UPTD RPH Sapi dalam pengembangan IPTEK di Kota Pontianak

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Banyak terjadi ketidak serasian antara pelaku akademik dan pelaku teknis di lapangan. Ketidak serasian ini umumnya disebabkan pelaku akademik tidak memiliki pengetahuan aplikatif. Sedangkan pelaku teknis dirasa kurangmemiliki fondasi ilmiah tentang pelaksanaan kegiatan. Ketidakserasian inilah yang menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia1 . Diharapkan dengan adanya keserasian antara pelaku kegiatan dengan pihak akademis akan menciptakan sebuah produk yang aplikatif dan bernilai saing tinggi.

UPTD RPH Sapi merupakan UPTD dibawah naungan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak yang melaksanakan kegiatan teknis di bidang pemotongan sapi yang bersertifikasi halal. Dalam pelaksanaan kegiatannya, UPTD RPH sapi memiliki Standard Operational Procedure (SOP) yang menjadi acuan dalam pelaksanaannya. SOP ini lah yang menjadikan kegiatan pemotongan menjadi pemotongan yang sesuai standar sertifikasi halal.

Kegiatan dan utilitas UPTD RPH Sapi yang sesuai SOP merupakan salah satu subjek yang menarik untuk dibahas terutama di bidang ilmu pengetahuan. Subjek yang sering diangkat terutama di bidang Peternakan, Lingkungan hidup dan Veteriner/kesehatan Hewan. Untuk di bidang peternakan dapat dibahas mengenai kegiatan pemotongan sapi mulai dari persiapan pemotongan, perlakuan terhadap hewan, sampai dengan proses pemotongan. Design kandang dan sistem pemotongan pun dapat menjadi subjek yang menarik jika di kaji lebih dalam. Untuk di bidang lingkungan hidup, UPTD RPH Sapi Kota Pontianak telah dilengkapi dengan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengolah air buangan hasil kegiatan pemotongan hewan. Sistem pengolahan limbah ini diperiksa kualitasnya setiap 3 bulan untuk mengetahui sejauh mana kenaikan parameter hasilolahan dari standar baku mutu air limbah yang disyaratkan. Sedangkan untuk  dari sisi kesehatan hewan, dapat dipelajari juga dari sisi bagaimana melakukan pengecekan .

Dalam mendukung pengembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi di Kota Pontianak, UPTD RPH Sapi selama tahun 2017 dan 2018 telah melakukan kegiatan transfer ilmu kepada pihak akademik, diantaranya adalah dengan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura, Mahasiswa Jurusan Peternakan, Jurusan Pertanian Universitas Tanjung Pura. Untuk mahasiswa Teknik Lingkungan UNTAN, pada tahun 2017 UPTD RPH sapi menjadi salah satu destinasi Kuliah Lapangan untuk seluruh mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2016.

Gambar 1. Foto Kepala UPTD RPH Sapi Memberi materi kepada Mahasiswa Peternakan Universitas Tanjungpura

 

Gambar 2. Foto Kasubbag TU UPTD RPH Sapi menerima bantuan pohon dari Konsultan Lingkungan Sera Envirotama dan pelaksanaan lapangan oleh Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

 

 

 

Gambar 3. Pengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) UPTD RPH Sapi Miftahhurrahman, ST bersama mahasiswa Kuliah Lapangan Mahasiswa Peternakan Universitas Tanjungpura angkatan 2016

 

Referensi:

  1. (https://edukasi.kompas.com/read/2011/10/10/11032967/LIPI.Pengembangan.Iptek.Jalan.di.Tempat)

Operator UPTD RPH Sapi