Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS)

07 November 2014
Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS)

Oleh: Uria K. Sely Sakong

Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Penyakit Hewan Menular (AIP-EID) didanai oleh Pemerintah Australia dan berkontribusi kepada suatu kerjasama bilateral penting. Program ini merupakan kemitraan antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Departemen Pertanian Australia. Fokus program AIP-EID adalah penguatan layanan kesehatan hewan untuk mencegah, mendeteksi dan mengendalikan penyakit hewan menular, baik yang baru muncul serta yang merupakan prioritas. Agar program AIP-EID dapat berjalan dengan baik dibentuklah Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS). 

iSIKHNAS itu sendiri merupakan sistem informasi kesehatan hewan Indonesia yang baru. Sistem ini menggunakan teknologi sehari-hari secara sederhana namun cerdas. iSIKHNAS menempatkan staf lapangan pada pusat sistem karena merekalah yang paling dekat dengan ternak, peternak, dan komunitasnya. Mereka mencatat berbagai kasus yang mereka lihat, beserta tindakan dan keputusan yang diambil, juga hasil akhir kasus tersebut secara cepat, sederhana, dan mudah disampaikan ke iSIKHNAS.

Selain itu, iSIKHNAS akan memadukan beberapa sistem penanganan informasi yang sudah ada, sehingga menjadikannya lebih efisien dan tersedia bagi lebih banyak pengguna. Perpaduan beragam sistem ini akan menjadikan datanya jauh lebih kuat dan semakin mendukung pekerjaan para pengambil keputusan di berbagai tingkatan. Indonesia sudah memiliki beberapa sistem yang digunakan untuk mengelola data bagi berbagai tujuan tunggal, termasuk InfoLab untuk data laboratorium dan SIKHNAS versi awal untuk laporan penyakit di lapangan. Berbagai sistem tersebut kurang tangguh karena tidak saling terhubung. iSIKHNAS menyatukan sistem-sistem itu agar datanya dapat dikelola secara lebih efisien dan dibagikan kepada semua pemangku kepentingan. Data akan disediakan bagi pengguna yang berhak melalui beragam sarana seperti situs web iSIKHNAS atau melalui laporan, bagan, spreadsheet, dan peta yang dibuat oleh sistem dan dikirim melalui email atau SMS kepada staf yang memerlukannya.

Siapa saja yang berpartisipasi?

  • Dokter hewan dari Dinas dan para-vets
  • Staf teknis yang lain
  • Pelapor desa (‘pelsa’)
  • Rumah Pemotongan Hewan
  • Staf laboratorium
  • Pemeriksa daging
  • Staf yang menangani karantina
  • Inseminator
  • Vaksinator
  • Sebagian staf kesehatan manusia
  • Dan tentu saja para peternak

Apa yang membuat sistemnya istimewa?

Prinsip dasar yang kuat dengan peternak dan staf lapangan sebagai intinya

Untuk memastikan keberhasilannya memenuhi sasaran, iSIKHNAS dibangun berdasarkan beberapa prinsip dasar yang kuat, yang menggerakkan pertumbuhannya sejak awal.

Sistemnya

iSIKHNAS:

  • menempatkan orang-orang yang bekerja paling dekat dengan hewan dan para pemiliknya - mereka yang terlibat dalam pelaporan data - pada inti sistem - dan mereka selayaknya dihargai karena partisipasinya dalam sistem.
  • menyempurnakan, mendukung, dan mempermudah pekerjaan orang-orang yang melaporkan dan bekerja bagi sistem.
  • tidak menambah beban pekerjaan normal pengguna mana pun, dan sebaliknya, membawa manfaat langsung dan nyata bagi pekerjaan mereka.
  • memberikan lebih dari yang diambilnya dari pengguna untuk memastikan setiap pengguna memperoleh manfaat dari sistem.
  • memberikan layanan setiap saat kepada berbagai penggunanya dan layanan ini haruslah tanggap terhadap berubahnya kebutuhan pengguna.

 

Op. Bid Peternakan