Anggrek Aerides Odorata

03 Maret 2015
Anggrek Aerides Odorata

Oleh: Mariani, SP

Aerides odorata merupakan salah satu species anggrek yang ada di Orchid Center UPTD Agribisnis. Menurut hasil riset IUCN Red List of Threatened Species atau disingkat IUCN Red List, sebuah daftar yang membahas status konservasi berbagai jenis hewan dan tumbuhan, Aerides odorata ternyata menjadi salah satu jenis tumbuhan yang berada dalam kriteria Endangered (EN). Statusnya bergerak menuju kritis dan terancam punah jika upaya untuk mencegah laju kehilangannya tak segera dilakukan. Di dunia, penyebaran anggrek ini juga tersebar luas dari Himalaya bagian barat, Assam, Bangladesh,Himalaya timur, India, Nepal, Andaman Islands, Myanamar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia Penninsular, Kalimantan, Sumatera , Jawa, Sulawesi dan Filipina di hutan dataran rendah.

Tanaman ini memiliki sosok yang cukup besar sampai sangat besar, tumbuh sebagai efifit di pohon inangnya di bawah sinar matahari langsung yang cerah di daerah panas pada  ketinggian 200 hingga 2000 meter dari permukaan laut.  Tanaman ini memiliki sosok yang gagah dengan daun berbentuk talang yang menjuntai dengan ujung berbelah, berwarna hijau muda dan berdaging. Bunga muncul dari ketiak batang, berbentuk liontin dengan panjang tangkai bunga dapat mencapai 60 cm dan membawa banyak bunga berlapis lilin berukuran 2,5 sampai 4 cm. Di negara yang memiliki empat musim, bunga biasanya mekar pada akhir musim semi sampai musim gugur.

Bunga Aerides odorata mekar dengan sangat cantik yang tersusun dalam tandan. Perhiasan bunganya memiliki warna putih dan ungu yang membentuk corak unik. Tingkat kecerahan dan kekuatan warnanya dapat berbeda tergantung habitatnya. Labellumnya sangat istimewa karena berbentuk cakar atau kuku macan berwarna kuning dengan corak ungu di beberapa bagian. Oleh karena itu ada yang mengatakan bahwa anggrek ini juga disebut anggrek kuku macan. Bunga anggrek ini mengeluarkan aroma yang sangat harum, aromanya seperti  daun jeruk yang diremas atau dipotong. Aroma yang dikeluarkan sangat menyegarkan, apalagi kalau di pagi hari, harumnya bisa tercium dari jarak beberapa meter. Akarnya berbentuk gilig seperti cacing. Ada dua macam akar yang dimiliki oleh anggrek ini yakni akar yang berfungsi untuk melekat pada kulit pohon dan akar udara yang berfungsi untuk menyerap nutrien dari embun dan udara di sekitarnya..

Deskripsi umum tanaman anggrek Aerides Odorata

Kingdom

Divisi

 Kelas

Ordo

Famili

Sub Famili

Tribe

Sub Tribe

Genus

Species

Binomial name

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

Plantae

Magnoliophyta

Liliopsida

Asparagales

Orchidaceae

Epidendroideae

Vandeae

 Aeridinae

Aerides

Aerides odorata

Aerides odorata Lour. 1790

Aerides odorata termasuk salah satu jenis anggrek yang banyak ditemukan di Indonesia dan Asia. Hidup di ketinggian 200 - 2000 m dpal. Keluarga vandeae ini sangat adaptif di segala tempat, iklim, ataupun cuaca. Salah satu ciri khasnya adalah wangi bunganya yang sangat semerbak, sehingga dinamakan aerides (tanaman udara) odorata (wangi->bunga). Varian dari aerides odorata ini cukup banyak seperti var. alba, var. calayanensis (philipina), var. ballantiniana, dll. Varian yang tumbuh di pegunungan cenderung lebih gelap warna spash ungu di ujung sepal dan petalnya. Rata-rata labelumnya berwarna kuning terang kecuali var. calayanensis yang berwarna putih dengan splash ungu.

Pemeliharaannya cukup mudah serta tahan terhadap penyakit, tetapi lebih baik ditempatkan di tempat yang cukup teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung supaya daunnya tidak berkeriput. Tanaman epifit ini senang menempel pada batang pohon atau ditempel pada papan pakis yang digantung dan biarkan akarnya menjulur mencari udara. Di alam atau di habitat aslinya biasanya anggrek Aerides odorata ini ditemukan menempel di pohon yang tinggi misalnya pohon asam atau pohon mangga hutan. Anggrek ini termasuk anggrek efipit yang tidak semua tumbuhan menjadi inangnya, tetapi memiliki kecendrungan untuk menempel pada tumbuhan (inang) tertentu. Factor berkurangnya tanaman inang merupakan salah satu factor berkurangnya jumlah anggrek ini.

Beberapa Sumber

  1.  kompasiana.com
  2.  Anggrek-ist.blogspot.com
  3. http://wa2n-orchids.blogspot.com/2008_06_01_archive.ht

operator2